Senin, 07 Mei 2018

TEORI PERSEDIAAN ANGGARAN

TEORI PERSEDIAAN (Pengertian, Tujuan, Fungsi, Jenis Dan Biaya Persediaan Menurut Para Ahli)
Teori persediaan adalah pembahasan yang akan di uraikan dengan detail dibawah ini. Adapun didalam teori persediaan ini masuk kedalam kategori materi pelajaran ekonomi. Dan fokus penjelasan yang akan dibahas yakni sebagai berikut :

1. Pengertian Persediaan

2. Tujuan Persediaan
3. Fungsi Persediaan
4. Jenis Persediaan dan
5. Biaya-biaya Persediaan

Pengertian Persediaan (Inventory)
Didalam suatu perusahaan, baik itu perusahaan perdagangan maupun perusahaan manufaktur pasti selalu mengandalkan persediaan (inventory). Persediaan sebagai kekayaan perusahaan, memiliki peranan penting dalam operasi bisnis. Dalam perusahaan manufaktur, persediaan dapat terdiri dari beberapa macam seperti berikut :
  a. Bahan baku.
  b. Bahan pembantu.
  c. Barang dalam proses.
  d. Barang jadi.
  e. Persediaan suku cadang.


TEORI PERSEDIAAN
Dibawah ini terdapat beberapa pengertian (teori dan konsep) persediaan (inventory) menurut beberapa para ahli, yakni sebagai berikut :
Menurut pendapat Schroeder (2000:4) yang mengatakan bahwa definisi persediaan atau inventoryadalah stock bahan yang digunakan untuk memudahkan produksi atau untuk memuaskan permintaan pelanggan.

Beberapa pakar mengartikan bahwa persediaan sebagai suatu sumberdaya yang menganggur dari berbagai jenis yang memiliki nilai ekonomis yang potensial. Definisi ini memungkinkan seseorang untuk menganggap peralatan atau pekerja-pekerja yang menganggur sebagai persediaan, tetapi kita menganggap semua sumberdaya yang menganggur selain daripada bahan sebagai kapasitas.


Sedangkan konsep persediaan menurut Rangkuti (2004:1) mengatakan bahwa persediaan merupakan suatu aktiva yang meliputi barang-barang milik perusahaan dengan maksud untuk dijual dalam suatu periode usaha tertentu, atau persediaan barang-barang yang masih dalam pengerjaan atau proses produksi, ataupun persediaan bahan baku yang menunggu penggunaannya dalam suatu proses produksi.
Johns dan Harding (2001:71) mengemukakan tentang arti persediaan adalah suatu keputusan investasi yang penting sehingga perlu kehati-hatian.
Teori persediaan menurut Kusuma (2009:132) mengatakan persediaan didefinisikan sebagai barang yang disimpan untuk digunakan atau dijual pada periode mendatang.Menurut Prawirosentono (2005:83) berdasarkan jenis operasi perusahaan, arti persediaan dapat diklasifikasikan menjadi 2 (dua) macam yakni sebagai berikut :
a. Pada Perusahaan Manufaktur yang memproses Input menjadi Output
Persediaan adalah simpanan bahan baku dan barang setengah jadi (work in proses) untuk diproses menjadi barang jadi (finished goods) yang mempunyai nilai tambah lebih besar secara ekonomis, untuk selanjutnya dijual kepada pihak ketiga (konsumen).
b. Pada Perusahaan Dagang
Persediaan adalah simpanan sejumlah barang jadi yang siap untuk dijual kepada pihak ketiga (konsumen).

Dengan melihat beberapa definisi persediaan oleh beberapa para ahli di atas maka dapat dikatakan bahwa perusahaan akan selalu mengadakan / melakukan persediaan sebelum memulai aktivitasnya. Pengadaan persediaan ini bertujuan untuk antisipasi terhadap pemenuhan permintaan.

Tujuan Persediaan
Didalam persedian pastinya terdapat hal-hal yang perlu diketahui termasuk tujuan dari persediaan itu sendiri. Menurut pendapat Anggarini (2007:163) yang mengutarakan bahwa tujuan kebijakan persediaanadalah untuk merencanakan tingkat optimal investasi persediaan, dan mempertahankan tingkat optimal tersebut melalui persediaan.
Menurut Tampubolon (2004:189) mengatakan bahwa peran manajemen sangat penting untuk dapat menciptakan efisiensi biaya produksi, yang menyangkut :

  a. Penentuan jumlah produksi
  b. Penentuan harga persediaan
  c. Sistem pencatatan persediaan dan
  d. Kebijakan tentang kualitas persediaan.


Fungsi Persediaan
Dan hal-hal lain yang perlu diketahui juga di dalam persediaan yakni fungsi dari persediaan itu sendiri. Menurut Tampubolon (2004:190) yang mengatakan bahwa mengefektifkan sistem persediaan bahan, efisiensi operasional perusahaan dapat ditingkatkan melalui fungsi persediaan dengan mengefektifkan :

  a. Fungsi Decoupling
  b. Fungsi Economic Size dan
  c. Fungsi Antisipasi

Dan dibawah ini adalah penjelasan dari ketiga fungsi persediaan yang telah dijelaskan seperti yang tertera diatas sebagai berikut :
a. Fungsi Decuopling
Merupakan fungsi perusahaan untuk mengadakan persediaan decouple, dengan mengadakan pengelompokan operasional secara terpisah-pisah.

b. Fungsi Economic Size
Penyimpanan persediaan dalam jumlah besar dengan pertimbangan adanya diskon atas pembelian bahan, diskon atas kualitas untuk dipergunakan dalam proses konversi, serta didukung kapasitas gudang yang memadai.
3. Fungsi Antisipasi
Merupakan penyimpanan persediaan bahan yang fungsinya untuk penyelamatan jika sampai terjadi keterlambatan datangnya pesanan bahan dari pemasok. Tujuan utama adalah untuk menjaga proses konversi agar tetap berjalan lancar.

Menurut pendapat dari Muslich (2009:391) yang mengatakan bahwa persediaan barang mempunyai fungsi yang sangat penting bagi perusahaan. Dari berbagai macam barang yang ada seperti bahan, barang dalam proses dan barang jadi, perusahaan menyimpannya karena berbagai alasan, dan alasan tersebut adalah :

1. Penyimpanan barang diperlukan agar perusahaan dapat memenuhi pesanan pembeli dalam waktu yang cepat. Jika perusahaan tidak memiliki persediaan barang dan tidak dapat memenuhi pesanan pembeli pada saat yang tepat, maka kemungkinannya pembeli akan berpindah ke perusahaan lain.
2. Untuk berjaga-jaga pada saat barang di pasar sukar diperoleh, kecuali pada saat musim panen tiba.
3. Untuk menekan harga pokok per unit barang dengan menekan biaya-biaya produksi per unit.

Jenis - jenis Persediaan
Setiap jenis persediaan mempunyai karakteristik tersendiri dan cara pengelolaan yang berbeda. Adapun menurut Handoko (1999:334) berdasarkan bentuk fisiknya, persediaan dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yakni sebagai berikut:

a. Persediaan bahan mentah (raw material)
Artinya adalah persediaan barang berwujud, seperti besi, kayu, serta komponen-komponen lain yang digunakan dalam proses produksi.

b. Persediaan komponen-komponen rakitan (purchased parts/ componen)
Artinya adalah persediaan barang-barang yang terdiri dari komponen-komponen yang diperoleh dari perusahaan lain secara langsung dapat dirakit menjadi suatu produk.

c. Persediaan bahan pembantu atau penolong (supplies)
Artinya adalah persediaan barang-barang yang diperlukan dalam proses produksi, tetapi bukan merupakan bagian atau komponen barang jadi.

d. Persediaan dalam proses (work in process)
Artinya adalah persediaan barang-barang yang merupakan keluaran dari tiap-tiap bagian dalam proses produksi atau telah diolah menjadi suatu bentuk, tetapi masih perlu diproses lebih lanjut menjadi barang jadi.

e. Persediaan barang jadi (finished goods)
Artinya adalah persediaan barang-barang yang telah selesai diproses atau diolah dalam pabrik dan siap dijual atau dikirim kepada pelanggan.

Biaya - biaya Persediaan

Dan juga pastinya di dalam persedian, tentu adanya biaya-biaya yang wajib disediakan oleh pabrik atau perusahaan dan lain sebagainya. Menurut Handoko (1999:336), dalam pembuatan setiap keputusan yang akan mempengaruhi besarnya (jumlah) persediaan, biaya-biaya variabel berikut ini harus dipertimbangkan.

1. Biaya penyimpanan (holding cost atau carrying costs)
Artinya adalah biaya persediaan terdiri atas biaya-biaya yang bervariasi secara langsung dengan kuantitas persediaan. Yang termasuk biaya penyimpanan diantaranya adalah :

a. Biaya fasilitas (termasuk biaya penerangan, pendingin ruangan)
b. Biaya asuransi persediaan
c. Biaya pajak persediaan
d. Biaya pencurian, pengrusakan, atau perampokan dan lain sebagainya

2. Biaya pemesanan atau pembelian (ordering costs atau procurement costs)
Biaya-biaya ini termasuk didalam biaya yang dapat dijelaskan sebagai berikut :

a. Pemrosesan pesanan dan ekspedisi
b. Biaya telepon
c. Pengeluaran surat menyurat
d. Biaya pengepakan dan penimbangan
e. Biaya pengiriman ke gudang dan lain sebagainya

3. Biaya penyiapan / manufacturing (setup cost)
Hal ini terjadi apabila bahan-bahan tidak dibeli, tetapi diproduksi sendiri (didalam pabrik) perusahaan, perusahaan tersebut menghadapi biaya penyiapan (setup cost) untuk memproduksi komponen tertentu. Adapun didalam biaya-biaya ini terdiri dari seperti berikut:

a. Biaya mesin-mesin menganggur
b. Biaya penyiapan tenaga kerja langsung
c. Biaya penjadwalan
d. Biaya ekspedisi dan lain sebagainya

4. Biaya kehabisan atau kekurangan bahan (shortage costs)
Maksudnya adalah biaya yang timbul apabila persediaan tidak mencukupi adanya permintaan bahan. Biaya-biaya yang termasuk biaya kekurangan bahan adalah dapat dijelaskan sebagai berikut :

a. Kehilangan penjualan
b. Kehilangan pelanggan
c. Biaya pemesanan khusus
d. Biaya ekspedisi
e. Selisih harga
f. Terganggunya operasi
g. Tambahan pengeluaran kegiatan manajerial dan lain sebagainya.

Biaya kekurangan bahan sangat sulit untuk diukur dalam praktik, hal tersebut terutama dikarenakan bahwa kenyataannya biaya ini sering merupakan Opportunity Cost yang sulit diperkirakan secara objektif
. Demikian pembahasan mengenai Teori Persedian, semoga bermanfaat.

Selasa, 19 Januari 2016

Silabus Akuntansi dan Keuangan Syariah


SILABUS– PRODI S-1 AKUNTANSI
1. Mata Kuliah
2. Kode Mata Kuliah
3. SKS
4. Dosen
: AKUNTANSI DAN KEUANGAN SYARIAH
: EKA 1328
: 3 SKS
: Lucy Auditya, SE., M. Ak


1. Deskripsi Mata Kuliah

Mata kuliah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang bentuk-bentuk akad dan transaksi yang sesuai dengan kaidah syariah islam (fiqih maaliyah) serta bagaimana perlakuan akuntansi terhadap berbagai transaksi tersebut. Materi yang akan dibahas meliputi kaidah fiqih muamalah (fiqih untuk ekonomi), akad-akad dalam transaksi, kerangka konseptual dan perlakuan akuntansi atas transaksi yang berdasar syari’ah, seperti akuntansi murabahah, salam, istishna, mudharabah, musyarakah, ijarah dan lain lain.

2. Tujuan Mata Kuliah

Setelah menempuh matakuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu mendeskripsikan:
  1. Prinsip-prinsip transaksi keuangan syariah.
  2. Perlakuan akuntansi atas transaksi keuangan syariah.
  3. Perkembangan bisnis dan regulasi entitas syariah

3. Kompetensi Mata Kuliah

Mata kuliah ini diharapkan bisa memberikan kompetensi kepada mahasiswa dalam hal
sebagai berikut:
1.                  Mampu memahami prinsip-prinsip transaksi keuangan syariah.
2.                  Mampu memahami perlakuan akuntansi atas transaksi keuangan syariah.
  1. Mampu memahami perkembangan bisnis dan regulasi entitas syariah.

4. Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran yang digunakan adalah:
  1. Ceramah
  2. Diskusi kelompok
  3. Pengerjaan dan pembahasan Latihan Soal dan Tugas mandiri
  4. Studi kasus

5. Sistem Penilaian

Sistem penilaian adalah sebagai berikut :
Partisipasi/Keaktifan         25%
Tugas & Presentasi            25%
Middle Test                       25%
Final Test                          25%

6. Bahan Acuan (Referensi)

Wajib:
1          Wiroso. 2011. Akuntansi Transaksi Syariah. Ikatan Akuntan Indonesia. (Wiroso)
2          Ikatan Akuntan Indonesia. 2009. SAK per 1 Juli 2009: PSAK 59, 101 – 110 (PSAK)
3          Sri Nurhayati dan Wasilah. 2008. Akuntansi Syaria’ah di Indonesia. Salemba Empat. Jakarta (SW)

Anjuran:
1          Muhammad Syafi'i Antonio. 2001. Bank Syariah: Dari Teori ke Praktik. Gema Insani Press. Jakarta. (MSA)
2          Adiwarman A. Karim. 2006. Bank Islam: Analisis Fiqh dan Keuangan. Ed. 3. PT. Rajagrafindo Persada. Jakarta.(AAK)
3          Rizal Yaya, Aji Erlangga Martawireja, Ahim Abdurahim. 2009. Akuntansi Perbankan Syariah: Teori dan Praktik Kontemporer. Salemba Empat. Jakarta (RAA)
4          Muhamad Nafik HR. 2009. Bursa Efek dan Investasi Syariah. Serambi, Jakarta. (MN)
5          Nurul Huda dan Mustafa Edwin Nasution.2008. Investasi pada Pasar Modal Syariah. Kencana Prenada Media, Jakarta. (MM)
6          Fatwa Dewan Syariah Nasional yang terkait dengan topik bahasan (DSN)
7          Bank Indonesia. 2004. Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia. (PAPSI)

7. Topik Bahasan dan Bahan Acuan

Sesi
Pokok Bahasan
Sub Pokok Bahasan
Ref
1
Penjelasan umum  keseluruhan materi perkuliahan
·   Mengapa akuntansi syariah?
·   Perbedaan akuntansi syariah dan akuntansi konvensional.
Silabus
2
Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Syariah
·   Asas Transaksi Syariah – Bisnis Syariah
·   Karakteristik Transaksi Syariah
·   Asumsi Dasar
·   Pengakuan dan Pengukuran
·   Lain-lain Terkait dgn KDPPLKS
PSAK (Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Syariah – KDPPLKS); SW Bab 6
3
Laporan Keuangan Entitas Syariah
·   Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan Syariah
·   Unsur Laporan Keuangan Entitas Syariah
Wiroso Bab 3; PSAK 101
4
Akuntansi Transaksi Murabahah
·   Karakteristik akad murabahah
·   Jenis murabahah
·   Akuntansi Untuk Penjual
·   Akuntansi Untuk Pembeli
Wiroso Bab 4; PSAK 102;
SW Bab 9

5
Akuntansi Transaksi Salam
·   Karakteristik Akad Salam
·   Jenis Salam
·   Akuntansi Untuk Pembeli
·   Akuntansi Untuk Penjual
Wiroso Bab 5; PSAK 103;
SW Bab 10
6
Akuntansi  Transaksi Istishna’
·   Karakteristik Akad Istishna’
·   Jenis stishna’
·   Akuntansi Untuk Penjual
·   Akuntansi Untuk Pembeli
Wiroso Bab 6; PSAK 104;
SW Bab 11
7
Akuntansi  Transaksi Ijarah
·   Karakteristik Akad Ijarah
·   Jenis Ijarah
·   Akuntansi Pemilik
·   Akuntansi Penyewa
Wiroso Bab 9; PSAK 107;
SW Bab 12
8
UJIAN TENGAH SEMESTER
9
Akuntansi Transaksi  Mudharabah
·   Karakteristik Akad Mudharabah
·   Jenis Mudharabah
·   Prinsip Profit and Loss Sharing
·   Akuntansi Pemilik Dana
·   Akuntansi Pengelola Dana
Wiroso Bab 7; PSAK 105;
SW Bab 7
10
Akuntansi  Transaksi Musyakarah
·   Karakteristik Akad Musyakarah
·   Jenis Musyakarah
·   Penentuan Nisbah
·   Akuntansi untuk Mitra Aktif/Pasif
·   Akuntansi untuk Pengelola Dana
Wiroso Bab 8; PSAK 106;
SW Bab 8
11
Akuntansi Transaksi Asuransi Syari’ah (Takaful).
·   Karakteristik Akad Asuransi Syari’ah
·   Jenis Asuransi Syari’ah
·   Akuntansi Asuransi Syari’ah
PSAK 108; Artikel terkait
12
Akuntansi Transaksi Pegadaian Syari’ah.
·   Karakteristik Akad Pegadaian Syari’ah
·   Akuntansi Pihak Penerima Gadai
·   Akuntansi Pihak yang Menggadaikan
SW Bab 13; MSA 10, Artikel terkait
13
Akuntansi Zakat, Infaq dan Shodaqah.
·   Pengertian Zakat, Infaq dan Shodaqoh
·   Penerima Zakat, Infaq dan Shodaqoh
·   Akuntansi untuk Zakat, Infaq dan Shodaqoh
PSAK 109; SW Bab 14
14
Akuntansi Transaksi Sharf, Wadiah dan Wakalah.
·   Pengertian Sharf, Wadiah dan Wakalah.
·   Transaksi Valas sesuai Syariah
·   Akuntansi Sharf
·   Jenis Akad Wadiah
·   Akuntansi Pemilik Barang Wadiah
·   Akuntansi bagi Penyimpan Barang Wadiah
·   Akuntansi bagi Pihak yang Mewakili – Wakalah
·   Akuntansi bagi Pihak yang Diwakili – Wakalah
SW Bab 13
15
Akuntansi Transaksi Kafalah, Hawalah & Qardul Hasan
·   Pengertian Kafalah, Hawalah & Qardul Hasan
·   Akuntansi bagi Pihak penjamin (Kafalah).
·   Akuntansi bagi Pihak yang dijamin (Kafalah).
·   Akuntansi bagi Pihak yang Mengalihkan Utang (Hawalah)
·   Akuntansi bagi Pihak yang Menerima Pengalihan Utang (Hawalah)
·   Akuntansi bagi Pemberi Pinjaman (Qardul Hasan)
·   Akuntansi bagi Peminjam (Qardul Hasan)
SW Bab 13
16
UJIAN AKHIR SEMESTER








Keterangan:
Setiap pertemuan selalu diikuti dengan adanya penugasan yang bersifat:
a.       Indiviual: MEMBUAT PERTANYAAN, YANG BERJUMLAH MINIMAL 3 PERTANYAAN. Tema mengikuti materi, dengan topik bebas, sehingga pertanyaan dapat meluas. Pertanyaan tidak harus anda ketahui jawabannya. Pertanyaan diketik rapi dan dikumpulkan dalam bentuk hardcopy.

b.      Kelompok: MEMBUAT KAJIAN PUSTAKA / OPINI / ARTIKEL  BERDASARKAN TEMA YANG DIBAHAS TIAP MINGGU. Dikumpulkan dalam bentuk hardcopy dan softcopy. Untuk format softcopy dikirimkan via email ke: achmadzaky@ub.ac.id dengan Subyek: Aksyar_Kelas_Tugas Ke-_Kelompok Ke contoh: Aksyar_CA _Tugas 2_Kelompok 2

Seluruh penugasan yang berupa hardcopy diketik dengan spasi 1,5 kertas A4, huruf standar, margin kiri 3.5 dan yang lain 3.

Beberapa artikel, penugasan dan informasi terkait materi perkuliahan, konsultasi (ruang diskusi) dapat dijuga di akses melalui blog saya:
Lucyauditya.blogspot.com


Konsultasi:
Achmad Zaky,SE.,MSA.,Ak.,SAS
Jl. Tata Surya II/7 Malang
081805081000
Blog: keuangansyariah.lecture.ub.ac.id